TULUNGAGUNG, Redaksi7.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bersama BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat upaya perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.
Langkah tersebut diwujudkan melalui soft launching Program Gampil (Gerakan Aparatur Menjamin Perlindungan Pekerja Informal) yang digelar di halaman Kantor Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tulungagung, Anif Mubasyir, menyampaikan bahwa perlindungan jaminan sosial sangat penting bagi pekerja informal yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya.
Menurutnya, peserta BPJS Ketenagakerjaan berhak memperoleh berbagai manfaat sesuai program yang diikuti. Salah satunya manfaat santunan kematian yang dapat mencapai Rp42 juta, sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, apabila peserta meninggal dunia dan memiliki anak sebagai ahli waris, terdapat manfaat beasiswa pendidikan bagi anak mulai jenjang TK hingga perguruan tinggi sesuai ketentuan program.
“Perlindungan ini diharapkan memberikan rasa aman, tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Anif.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi, mengatakan peluncuran Program Gampil menjadi momentum untuk membangun gerakan bersama dalam memperluas kepesertaan jaminan sosial bagi pekerja informal.
“Mulai hari ini kita soft launching Gampil, Gerakan Aparatur Menjamin Perlindungan para pekerja informal yang ada di Tulungagung,” ungkap Tri Hariadi.
Menurutnya, Program Gampil tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh aparatur. ASN diharapkan mampu menjadi penggerak dengan mengajak pekerja informal di lingkungan terdekat untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial.
“Mulai dari orang-orang terdekat kita, baik saudara, teman maupun tetangga. Mereka yang menjalankan usaha kecil harus kita dorong agar semakin berkembang,” pesannya.
Ia mencontohkan pekerja informal yang banyak dijumpai di tengah masyarakat, seperti pedagang bakso, penjual jamu, pedagang menggunakan rombong, serta pelaku usaha kecil lainnya.
Tri Hariadi berharap usaha-usaha kecil tersebut tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Program Gampil menjadi salah satu inovasi Pemkab Tulungagung dalam mendukung peningkatan kepesertaan Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Melalui program ini, aparatur diharapkan aktif membantu mengidentifikasi serta mendorong pekerja informal di lingkungan masing-masing agar memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pekerja informal memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Namun, sebagian dari mereka masih belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial secara optimal. Karena itu, perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi langkah penting untuk memberikan jaring pengaman bagi pekerja dan keluarganya.
Program Gampil mengusung semangat “Bersama ASN, Lindungi Pekerja Informal, Wujudkan Tulungagung Sejahtera.”
Rangkaian soft launching ditutup dengan pelepasan balon dan pemotongan tumpeng, dilanjutkan berbagai perlombaan yang diikuti para karyawan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui sinergi antara Pemkab Tulungagung, BPJS Ketenagakerjaan, ASN dan masyarakat, Program Gampil diharapkan mampu memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dengan semakin banyak pekerja informal yang terlindungi, masyarakat diharapkan dapat bekerja lebih aman dan tenang, sekaligus memiliki jaring pengaman bagi keluarganya ketika menghadapi risiko sosial maupun risiko pekerjaan.
“Bersama ASN, Lindungi Pekerja Informal, Wujudkan Tulungagung Sejahtera.”(Ania)
