Tulungagung, Redaksi7.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur, mengambil langkah strategis dengan merencanakan penambahan mesin hemodialisis. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan bagi pasien yang menderita penyakit ginjal, mengingat kebutuhan yang terus meningkat di wilayah tersebut. Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, menyatakan bahwa fasilitas yang ada saat ini masih terbatas dibandingkan tingginya permintaan.
Rencana penambahan mesin hemodialisis ini menjadi prioritas utama manajemen rumah sakit. Hal ini didasari oleh fakta bahwa hanya ada tiga rumah sakit di Tulungagung yang menyediakan layanan cuci darah, yaitu RSUD dr. Iskak, RS Bhayangkara, dan Rumah Sakit Islam (RSI). Keterbatasan fasilitas ini seringkali menyebabkan antrean panjang bagi pasien yang sangat membutuhkan terapi vital ini.
Dengan penambahan mesin hemodialisis, RSUD dr. Iskak Tulungagung berharap dapat mengoptimalkan pelayanan dan mengurangi waktu tunggu pasien. Langkah ini tidak hanya mencakup pengadaan peralatan baru, tetapi juga penyesuaian infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia, menunjukkan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik.
Kebutuhan layanan hemodialisis di Tulungagung dan sekitarnya menunjukkan angka yang cukup tinggi, jauh melampaui kapasitas fasilitas yang tersedia saat ini. RSUD dr. Iskak, sebagai salah satu penyedia utama, saat ini memiliki 35 unit mesin hemodialisis. Namun, jumlah mesin tersebut harus melayani sekitar 100 pasien setiap harinya, menciptakan tekanan besar pada sistem pelayanan.
Setiap sesi hemodialisis membutuhkan waktu yang tidak singkat, yakni sekitar empat hingga lima jam untuk satu pasien. Durasi yang panjang ini, ditambah dengan jumlah mesin yang terbatas, secara otomatis menimbulkan antrean panjang. Pasien seringkali harus menunggu untuk mendapatkan giliran cuci darah yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup mereka.
Kondisi ini menjadi pendorong utama bagi manajemen RSUD dr. Iskak untuk segera menyusun rencana ekspansi. Penambahan kapasitas menjadi sangat mendesak demi memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang tepat waktu dan memadai, sehingga kualitas hidup mereka dapat terjaga lebih baik.
Untuk mengatasi kesenjangan antara permintaan dan kapasitas, RSUD dr. Iskak Tulungagung berencana untuk menambah sekitar 45 hingga 50 unit mesin hemodialisis. Penambahan signifikan ini diharapkan dapat secara drastis memperluas kapasitas layanan dan secara efektif mengurangi daftar tunggu pasien. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan pelayanan yang lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, menjelaskan bahwa pengadaan mesin hemodialisis bukan hanya sekadar membeli peralatan. Proses ini juga menuntut penyesuaian infrastruktur yang komprehensif, termasuk pembangunan ruang layanan baru yang dirancang khusus untuk menampung unit-unit mesin tambahan. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses terapi dan kenyamanan pasien.
Selain itu, penambahan unit mesin juga akan diikuti dengan penyiapan sumber daya manusia yang terlatih. Kesiapan tenaga medis menjadi kunci keberhasilan ekspansi ini, memastikan bahwa setiap mesin dioperasikan oleh profesional yang kompeten dan berpengalaman. Integrasi antara peralatan canggih dan tenaga ahli akan menjamin standar pelayanan yang tinggi.
Aspek penting dari rencana penambahan mesin hemodialisis adalah kesiapan sumber daya manusia. RSUD dr. Iskak Tulungagung tidak hanya fokus pada pengadaan peralatan, tetapi juga pada pengembangan tenaga kesehatan yang mumpuni. Saat ini, sudah ada 17 perawat yang menyatakan minat dan mendaftar untuk mengikuti pelatihan khusus dalam bidang hemodialisis, menunjukkan antusiasme dan komitmen dalam mendukung peningkatan layanan.
Pelatihan ini krusial untuk memastikan bahwa perawat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengoperasikan mesin hemodialisis dengan aman dan efektif, serta memberikan perawatan terbaik kepada pasien. Investasi pada sumber daya manusia ini merupakan bagian integral dari upaya rumah sakit untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Layanan hemodialisis di RSUD dr. Iskak tidak hanya melayani warga Tulungagung saja, tetapi juga menjadi rujukan bagi pasien dari daerah lain. Oleh karena itu, penguatan fasilitas ini menjadi kebutuhan mendesak. Dengan kapasitas yang lebih besar dan tenaga medis yang terlatih, rumah sakit dapat terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang esensial ini bagi lebih banyak masyarakat.(Ania)
