Tulungagung, Redaksi7.com – Langkah nyata dalam memodernisasi transportasi tradisional sekaligus meningkatkan taraf hidup rakyat kecil mulai direalisasikan di Kabupaten Tulungagung. Bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., secara resmi membuka agenda Pelatihan Operasional Becak Listrik bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, Kamis (08/01/2026).
Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam memperhatikan kesejahteraan pekerja sektor informal. Sebanyak 200 unit becak listrik dipersiapkan untuk mengubah wajah transportasi tradisional di Tulungagung menjadi lebih manusiawi dan efisien.
Acara pembukaan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi juga menjadi ajang koordinasi teknis. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), tim teknis dari PT Pindad selaku produsen unit becak listrik, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Dinas Sosial.
Keterlibatan PT Pindad memastikan bahwa unit yang diberikan memiliki standar keamanan dan durabilitas tinggi. Pelatihan yang digelar bertujuan agar para pengemudi tidak hanya bisa mengendarai, tetapi juga memahami perawatan dasar teknologi bertenaga baterai tersebut.
Dalam pidato sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menekankan bahwa bantuan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap martabat para pejuang nafkah di jalanan. Ia menyampaikan pesan langsung dari Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya memanusiakan para pekerja lansia.
"Banyak pengemudi becak kita yang sudah memasuki usia senja namun tetap harus bekerja keras mengandalkan tenaga fisik. Dengan adanya teknologi listrik ini, beban fisik mereka berkurang drastis. Kami ingin mereka tetap produktif tanpa harus menguras tenaga secara berlebihan, sehingga kesehatan mereka pun lebih terjaga," ungkap Bupati dengan nada haru.
Guna menghindari kecemburuan sosial dan memastikan bantuan tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menerapkan seleksi yang sangat ketat. Bupati menegaskan bahwa prinsip keadilan adalah panglima dalam pembagian unit ini. Adapun syarat mutlak bagi penerima meliputi:Faktor Usia: Diutamakan yang telah berusia di atas 60 tahun (lansia). Kondisi Ekonomi: Berasal dari basis data keluarga kurang sejahtera. Verifikasi Faktual: Telah melalui proses validasi data yang transparan oleh Dinas Sosial dan Dinas Perhubungan untuk memastikan mereka benar-benar berprofesi sebagai pengemudi becak aktif.
Suasana berubah menjadi penuh semangat saat Bupati Gatut Sunu Wibowo turun langsung untuk melakukan uji coba (test drive). Bersama salah satu perwakilan pengemudi becak, Bupati mencoba ketangguhan unit buatan Pindad tersebut dengan mengelilingi area Pendopo.
"Unitnya stabil, tarikannya halus, dan yang terpenting sangat mudah dioperasikan. Ini benar-benar solusi masa depan bagi sektor informal kita," tambahnya setelah melakukan uji coba.
Menutup rangkaian acara, Pemerintah Kabupaten Tulungagung kembali menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti pada pemberian bantuan unit saja, melainkan akan terus mengawal program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Diharapkan, dengan 200 unit awal ini, Tulungagung bisa menjadi pilot project bagi daerah lain dalam hal pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berbasis teknologi ramah lingkungan.(Ania)
