Aris Krisbiantoro Dorong Insan Pers Bentuk Tim Sekolah Jurnalis, Pemerintah Diharapkan Turut Memfasilitasi


TULUNGAGUNG
– Gagasan pengembangan literasi media dan jurnalistik di lingkungan sekolah mulai mendapat perhatian. Penasihat Hukum, Aris Krisbiantoro, mendorong kalangan insan pers di Kabupaten Tulungagung untuk membentuk tim khusus yang nantinya diterjunkan ke sekolah-sekolah guna membangun dan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler (eskul) jurnalistik bagi para pelajar.

Gagasan tersebut bertujuan memberikan ruang edukasi kepada generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu memahami, mengolah, serta menyampaikan informasi secara benar, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.

Menurut Aris, potensi insan pers di daerah perlu disinergikan melalui sebuah wadah atau tim bersama. Wartawan, praktisi media, fotografer, videografer, hingga pelaku multimedia dapat berkontribusi memberikan pembelajaran langsung kepada siswa sesuai bidang keahlian masing-masing.

Melalui program tersebut, para pelajar nantinya dapat diperkenalkan dengan dasar-dasar jurnalistik, mulai dari teknik menulis berita, wawancara, reportase, fotografi, videografi, hingga produksi konten pemberitaan dan broadcasting.

Selain itu, pendidikan jurnalistik sejak dini juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi digital, khususnya dalam mengenali informasi bohong (hoaks), membedakan fakta dan opini, serta memahami pentingnya etika dalam menyampaikan informasi.

Aris juga berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung dapat memberikan perhatian dan fasilitasi terhadap gagasan tersebut. Dukungan pemerintah, khususnya melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Komunikasi dan Informatika, dinilai penting agar program dapat terkoordinasi dengan baik dan diterapkan di sekolah-sekolah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan insan pers dapat menjadi langkah positif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih terbuka terhadap perkembangan dunia informasi dan teknologi.

Program ekstrakurikuler jurnalistik nantinya diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tambahan di sekolah, tetapi juga menjadi wadah pengembangan bakat dan minat siswa dalam bidang komunikasi, penulisan, media digital, serta produksi karya kreatif.

Dalam pelaksanaannya, tim dari kalangan media dapat memberikan pelatihan dan pendampingan secara berkala, sementara pihak sekolah menyediakan ruang kegiatan serta guru pendamping.

Lebih jauh, program ini berpotensi dikembangkan melalui kegiatan Journalist Goes to School, pelatihan reporter pelajar, produksi berita sekolah, podcast pelajar, hingga festival dan kompetisi jurnalistik antarsekolah.

Dengan adanya program tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berani menyampaikan gagasan, memahami etika informasi, serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif.

Gagasan ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh insan pers di Tulungagung untuk tidak hanya menjalankan fungsi penyampaian informasi kepada masyarakat, tetapi juga mengambil peran dalam pendidikan literasi media bagi generasi penerus bangsa. (RED)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama